Kamis, 17 Februari 2011

Pemecahan Dasar 3 Huruf Pokok : Pola I

Istilah “PEMECAHAN DASAR” ialah pemecahan KATA DASAR menjadi berbagai bentuk kata yang lain. Oleh para ahli Nahwu Sharaf dinamakan TASRIF SEPULUH. Memperhatikan persamaan dan perbedaannya masing-masing, maka pembahasan PEMECAHAN DASAR dari KATA KERJA TIGA HURUF POKOK ini kita bagi lagi menjadi 6 POLA.

Istlah POLA, ialah bentuk contoh untuk mengukur yang lain. Para ahli Nahwu Sharaf mengistilahkan WAZAN (WAW-ZAI-NUN).
POLA I berpola    يَفْعَلُ  -  فَعَلَ  . Huruf FA kita namakan FA FI’IL, huruf ‘AIN kita namakan ‘AIN FI’IL dan huruf LAM kita namakan LAM FI’IL. Huruf FA, ‘AIN dan LAM tersebut adalah HURUF POKOK dari kata 3 HURUF POKOK (JADZAR: Akar Kata).

Selanjutnya, PEMECAHAN DASAR (TASRIF SEPULUH) untuk KATA KERJA 3 HURUF POKOK atas POLA I (pertama) tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel POLA I:

10
9
8
7
6
5
JADZAR: Akar Kata
4
3
2
1
POLA
مِفْعَالٌ
مَفْعَلٌ
مَفْعَلٌ
مَفْعُوْل
فَاعِلٌ
فَعْلاً
ف-ع-ل
لاَتَفْعَلْ
اِفْعَلْ
يَفْعَلُ
فَعَلَ
I

Keterangan:
Kolom 1                : KATA KERJA TELAH (FI’LU MAADHIN)
KATA KERJA TELAH/SUDAH ialah bentuk kata kerja yang menunjukkan kepada kerja atau berbuat telah/sudah dikerjakan. Artinya “TELAH ME-/MEM-/MENG-/BER- … (kata dasarnya). Misalnya dari kata dasar “MAKAN” menjadi “TELAH MEMAKAN”

Kolom 2                : KATA KERJA SEDANG/AKAN (FI’LU MUDHARI’IN)
KATA KERJA SEDANG/AKAN ialah bentuk kata kerja yang menunjukkan kepada kerja atau berbuat sedang/akan dikerjakan. Artinya “SEDANG/AKAN  ME-/MEM-/MENG-/BER- … (kata dasarnya). Misalnya dari kata dasar “MAKAN” menjadi “SEDANG MEMAKAN” atau “AKAN MEMAKAN”

Kolom 3                : KATA PERINTAH (FI’LU AMR)
KATA KERJA PERINTAH ialah bentuk kata kerja yang menunjukkan kepada perintah. Artinya “(kata dasarnya) ditambah akhiran -LAH. Misalnya dari kata dasar “MAKAN” menjadi “MAKANLAH!”

Kolom 4                : KATA LARANGAN (FI’LU NAHI)
KATA KERJA LARANGAN ialah bentuk kata kerja yang menunjukkan kepada larangan. Artinya “JANGAN … (kata dasarnya). Misalnya dari kata dasar “MAKAN” menjadi “JANGAN MAKAN!”

Kolom JADZAR (akar kata): huruf pokok yang menjadi sumber dibentuknya KATA KERJA TELAH/SUDAH (Kolom 1).

Kolom 5                : KATA DASAR (MASDAR)
KATA DASAR ialah bentuk kata yang menjadi sumber pembentukan kata-kata yang lain di dalam PEMECAHAN DASAR (TASRIF SEPULUH). Harap dibedakan bahwa yg dimaksud KATA DASAR di sini bukan AKAR KATA. Kalau AKAR KATA (JADZAR) maksudnya adalah huruf-huruf pokok yg membentuk sebuah perkataan. Contoh kata dasar dalam bahasa Indonesia adalah: MAKAN, MINUM, JALAN dsb.

Kolom 6                : KATA PELAKU (ISIM FAA’IL)
KATA PELAKU ialah bentuk kata yg menunjukkan kepada “yang berbuat sesuatu” atau “yg mengerjakan sesuatu”. Artinya “YANG ME-/PE-/PEM- … (kata dasarnya). Misalnya dari kata dasar “MAKAN” menjadi “YANG MEMAKAN” atau “PEMAKAN”.

Kolom 7                : KATA PENDERITA (ISIM MAF’UUL)
KATA PENDERITA ialah bentuk kata yg menunjukkan kepada “yang terkena oleh kerja” atau “yang menjadi sasaran kerja”. Artinya “YANG DI- … (kata dasarnya). Misalnya dari kata dasar “MAKAN” menjadi “YANG DIMAKAN”

Kolom 8                : KATA PENUNJUK WAKTU (ISIM ZAMAN)
KATA PENUNJUK WAKTU ialah bentuk kata yang  menunjukkan kepada waktu pada saat bekerja/berbuat. Artinya “WAKTU  … (kata dasarnya). Misalnya dari kata dasar “MAKAN” menjadi “WAKTU MAKAN”

Kolom 9                : KATA PENUNJUK TEMPAT (ISIM MAKAAN)
KATA PENUNJUK TEMPAT ialah bentuk kata yang menunjukkan kepada tempat yang digunakan pada waktu bekerja/berbuat. Artinya “TEMPAT … (kata dasarnya). Misalnya dari kata dasar “MAKAN” menjadi “TEMPAT MAKAN”

Kolom 10             : KATA PENUNJUK ALAT (ISIM ALAT)
KATA PENUNJUK ALAT ialah bentuk kata yang menunjukkan alat yang digunakan dalam bekerja/berbuat. Artinya “ALAT … (kata dasarnya). Misalnya dari kata dasar “MAKAN” menjadi “ALAT MAKAN”.

Berdasarkan TABEL POLA I di atas maka cobalah mengerjakan  latihan.

10
9
8
7
6
5
JADZAR: Akar Kata
4
3
2
1
POLA / ARTI
مِفْعَالٌ
مَفْعَلٌ
مَفْعَلٌ
مَفْعُوْلٌ
فَاعِلٌ
فَعْلاً
ف-ع-ل
لاَتَفْعَلْ
اِفْعَلْ
يَفْعَلُ
فَعَلَ
I
مِفْتَاحٌ
مَفْتَحٌ
مَفْتَحٌ
مَفْتُوْحٌ
فَاتِحٌ
فَتْحًا
ف-ت-ح
لاَتَفْتَحْ
اِفْتَحْ
يَفْتَحُ
فَتَحَ
Membuka





بَحْثًا



يَبْحَثُ
بَحَثَ
Menyelidik





تَبْعًا



يَتْبَعُ
تَبَعَ
Mengikuti





جَرْحًا



يَجْرَحُ
جَرَحَ
Menggores





رَكْعًا



يَرْكَعُ
رَكَعَ
membungkuk
Silakan diunduh (disalin/diprint) dan dikerjakan..

Kata Kerja (Verb / FI'IL)

KATA KERJA
Istilah “KATA KERJA” ialah bentuk kata yang menunjukkan kepada kerja atau berbuat, yang oleh para ahli Nahwu Sharaf mengistilahkan FI’IL (FA-‘AIN-LAM). Melihat kepada macamnya maka seluruh KATA KERJA ini kita klasifikasi/spesialisasi-kan menjadi:

1.       KATA KERJA POKOK
Kita maksudkan dengan KATA KERJA POKOK ialah bentuk kata kerja yang huruf-hurufnya (JADZAR/ akar kata) adalah huruf asal dan bukan tambahan. Para ahli nahwu sharaf mengistilahkan “MUJARRAD”. Dengan demikian maka KATA KERJA POKOK yang kita maksud di sini adalah terjemahan dari istilah FI’IL MUJARRAD (kata kerja pokok).  Melihat kepada perbedaan jumlah huruf pada masing-masing kata kerja maka KATA KERJA POKOK kita bagi menjadi sbb:

a.       KATA KERJA 3 HURUF POKOK
Istilah 3 HURUF POKOK di sini kita maksudkan kata kerja yang jumlah huruf-huruf-nya adalah 3 dan semuanya huruf asal, oleh para ahli Nahwu Sharaf meng-istilah-kan TSULASIYUN MUJARRADUN (3 huruf pokok).

b.      KATA KERJA 4 HURUF POKOK
Istilah 4 HURUF POKOK di sini kita maksudkan kata kerja yang jumlah huruf-huruf-nya (JADZAR) adalah 4 dan semuanya huruf asal, oleh para ahli Nahwu Sharaf meng-istilah-kan RUBA’IYYUN MUJARRADUN (4 huruf pokok).

2.       KATA KERJA TAMBAHAN

(Penjelasan tentang KATA KERJA TAMBAHAN akan kita rinci setelah kita mempelajari KATA KERJA POKOK.)

a.       KATA KERJA 3 HURUF TAMBAHAN
          i.      KATA KERJA 3 HURUF + 1 HURUF TAMBAHAN
         ii.      KATA KERJA 3 HURUF + 2 HURUF TAMBAHAN
        iii.      KATA KERJA 3 HURUF + 3 HURUF TAMBAHAN

b.      KATA KERJA 4 HURUF TAMBAHAN
         i.      KATA KERJA 4 HURUF + 1 HURUF TAMBAHAN
        ii.      KATA KERJA 4 HURUF + 2 HURUF TAMBAHAN

Akar Kata (Root)

Menurut tata bahasa ARAB seumumnya terdapat apa yang disebut JADZAR (JA-DZA-RA), istilah ini disebut ROOT dalam bahasa Inggris atau Akar kata dalam bahasa Indonesia. Akar kata ini masih merupakan susunan huruf-huruf yang belum berharakat. Huruf-huruf di Al Quran dibagi dua kelompok;

1) Huruf Sempurna yaitu huruf BA, TA, TSA.. dst, selain huruf ALIF, WAW dan YA.
2) Huruf Ilat (penyakit) atau kita sebut "Huruf Buduk" yaitu huruf ALIF, WAW dan YA.

JADZAR atau ROOT atau AKAR KATA dikategorikan dalam 2 kategori:
  1. AKAR KATA bagi KATA KERJA. AKAR KATA ini bila diberi harakat maka menjadi KATA KERJA. KATA KERJA, oleh para pakar bahasa Arab disebut FI’IL (FA-‘AIN-LAM).
  2. AKAR KATA bagi KATA BENDA. AKAR KATA ini bila diberi harakat maka menjadi KATA BENDA. KATA BENDA, oleh para pakar bahasa Arab disebut ISIM (ALIF-SIN-MIM).

AKAR KATA setelah diberi harakat maka dia akan membentuk KATA DASAR. KATA DASAR, seperti pada bahasa Indonesia, dia dapat merupakan KATA BENDA atau merupakan KATA KERJA. Dalam bahasa Indonesia, contoh KATA DASAR yang merupakan KATA BENDA adalah; ROKOK, BUKU, GARAM, PACUL dsb. Contoh KATA DASAR yang merupakan KATA KERJA adalah; JALAN, MAKAN, PAKAI dsb.

Demikianlah sebagai pemanasan, beberapa perbandingan istilah ke dalam bahasa Indonesia. Mudah-mudahan semua bisa saling membantu memudahkan penjelasan NAHWU SHARAF (tata bahasa) Al Quran yang terkenal “RUWET” menjadi sesuatu yang mudah dipahami oleh orang Indonesia walaupun dia tidak pernah mengenyam pendidikan di pesantren.